Setelah kurenungi beberapa waktu dan memberanikan diri untuk membuka memori masa lalu, satu persatu kutelusuri sampaivaku menyadari bahwa secara tidak langsung aku sudah berteman akrab dengan pelecehan seksual.
Entah ketika aku kecil bahkan sampai sekarang aku dewasa dan paham bahwa itu pelecehan seksual. Sekarang ini sudah banyak kasus yang terjadi mengenai pelecehan seksual. Bahkan satu tahun terakhir tercatat ada 9.588 kasus pelecehan seksual (tertama pada anak).
Aku sering membaca atau tak sengaja melihat berita mengenai pelecahan seksual dan itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja bahkan di tempat suci sekalipun. Pelecehan bisa terjadi karena adanya dorongan serta keinginan yang kuat dalam diri pelaku juga karena adanya kesempatan.
Terlepas dari pertanyaan kenapa seseorang terdorong ingin melakukan hal tak senonoh seperti itu, permasalahan mengenai bagaimana korban berpakaian juga tak luput dari perhatian. Bahkan tak jarang justru korban itu sendiri yang menjadi tersangka tersalah.
"Siapa suruh berpakaian terbuka", ketika sudah berpakaian tertutup masih ada saja kemungkinan menjadi korban pelecehan. Kawan, berpakaian tertutup tak bisa menjamin sepenuhnya terbebas dari pelecehan seksual.
Masih ingat kasus jamaah Indonesia yang melakukan pelecehan terhadap jamaah wanita asal Libanon?. See, ini bukan tentang hanya tertutup atau tidaknya pakaian seseorang, melainkan ada pada kendali pikiran dan hawa nafsu itu sendiri.
Selama ada keinginan dan kesempatan pelecehan bisa terjadi bahkan di tempat suci sekalipun.
Semakin mudahnya akses komunikasi dan informasi, semakin mudah juga pelecehan seksual itu terjadi. Sekarang ini pelecehan bukan hanya sekedar sentuhan fisik saja tapi ada juga pelecehan seksual di ruang digital. Tak jarang sekarang ini marak sekali pelecehan seksual yang terjadi di tuang digital. Seperti Cyber Stalking, cyber harassment, sexting, non-consensual dissemination of intimate images, body shaming, dan scammer.
Pernah terpikirkan apa dampak dari pelecehan seksual bagi korban?
Perasaan takut, merasa tidak aman, merasa tidak berharga, tidak tenang untuk berpegian, bahkan bisa timbul keinginan menarik diri dari lingkungan.
Aku pernah mengalami itu, satu hari, dua hari, satu minggu, bahkan sampai berbulan-bulan hidup dalam ketakutan dan perasaan tidak tenang. Setiap langkah dan gerakku terbatas karena perasaan takut itu, bahkan untuk sekedap pergi keluar ataupun pulang saja perlu mengumpulkan keberanian terlebih dahulu.
Bagi sebagian orang mungkin ini bisa jadi hal kecil yang tidak perlu di besar-besarkan. Bahkan ketika aku bercerita tentang apa yang aku alami mereka hanya bisa tertawa terbahak-bahak dan menganggap itu hal yang lucu dan perlu di tertawakan tanpa memikirkan aku yang ketakutan sendirian.
" Enggak papa nanti juga bakal lupa"
"Udah lupain aja. Jangan dipikirin"
Bukan hanya sekedar nanti juga enggak, tapi aku takut akan ada korban lain selain aku.
Aku sudah bersabar dan berusahan mengendalikan diri mengenai ini. Tapi lagi-lagi aku mengalami hal itu, meski secara tidak langsung. Apakah seorang wanita (terkadang) terlihat tak mempunyai harga diri bagi (sebagian) pria? Apakah seorang wanita serendah itu di hadapan pria? Apakah pria selalu berpikir bahwa wanita mudah untuk di manfaatkan?
JANGAN PERNAH BERPIKIR SEPERTI ITU.
Sekali lagi aku bertanya " Apa yang ada dalam pikiran seorang pria ketika melihat wanita?"
Haha, memikirkannya saja membuatku merinding. Apakah keimanan seorang pria setipis itu sampai tidak bisa mengendalikan hawa nafsu sendiri ketika melihat seorang wanita?
Aku berharap ini bisa menjadi perhatian kita bersama. Tentang pelecehan seksual yang tanpa disadari marak terjadi di depan mata. Bahkan untuk banyak kasus terjadi dilingkungan keluarga sendiri.
Dan untuk para pelaku tolong berhenti melakukan hal yang tidak terpuji itu, singkirkan pikiran rendah yang ada dalam otakmu mengenai wanita yang tidak berharga.
Dan untuk orang-orang yang lebih beruntung hidup dilingkungan yang memudahkan akses untuk meminta perlindungan tentang apa yang dialamai terutama pelecehan seksual jangan pernah ragu untuk melapor. Ini demi melindungi diri kita sendiri, agar merasa lebih aman untuk hidup.
Komentar
Posting Komentar